NMP vs CB150R | SOHC Masih Mampu Berbicara!

Pemirsa… Apa jadinya jika NMP menantang CB150R? Artikel kali ini akan membahas tentang duel dua mahluk 150 cc dari pabrikan cap sayap buntung.

Okelah… sebagai data pendukung ane sertakan spek masing-masing kontestan kali ini…

IMG_20140720_114506aa

New Megapro 2012 –  joki: ane sendiri (bobot: 55 kg)

Mesin: Standar

Ban: FDR  Noigen 90/80 (depan) – Michelin Pilot Street 100/80 (belakang)

Bahan bakar: premium always

Spek lain: gear depan 15 mata

IMG_20140720_114506ab

CB 150 R StreetFire 2013 – joki: fernando (bobot: 75 kg)

Mesin: Standar

Ban:  Standar (IRC lupa serinya :b depan 80/90 – belakang 100/80)

Bahan bakar: premium oplos v-power

Spek lain: ferrox air filter

testridea

Trek yang digunakan untuk duel berada di area lokasi yang digunaken pada artikel testride CBR250R sebelumnya. Sebenarnya CBR250R juga ikut dalam duel ini (lho, namanya bukan duel dong kalo pesertanya tiga –) namun CBR250R selalu ngacir jauh di depan (padahal startnya belakangan). Sehingga ane dan fernando jadi tertinggal dan terlibat duel.

Hokelah… Kita lanjut ke duelnya aja yuk pemirsa…

Run 1

Ane dan fernando berjalan konstan dalam posisi sejajar pada kecepatan +- 40 km/jam. Sebagai aba-aba, alehandro yang berada +-10 meter di belakang kami akan membunyikan klakson. Begitu klakson dibunyikan, ane dan fernando langsung melintir gas… Woh luar biasa, ane ketinggalan pemirsa. Tapi masih bisa menempel tepat di belakang ekor CBSF-nya fernando sampe kecepatan 100 km/jam. Selebihnya fernando semakin ngacir dan menjauh dengan jarak +- 5 meter di depan ane. Ane mendapatkan topspeed 111 km/jam. Sedangkan fernando tidak terdata karena nggak sempet liat speedometer :b

Run 2

Masih sama dengan sebelumnya, berjalan sejajar konstan pada kecepatan +-40 km/jam. Klakson dibunyikan dan ane dan fernando langsung melintir gas. Kali ini ane berhasil memberikan perlawanan, sampai kecepatan 80 km/jam ane dan fernado imbang, selebihnya fernando melesat ke depan. Begitu fernando berada di depan ane, ane langsung memposisikan NMP untuk berada tepat di belakang CBSF, dan ane sukses mengekor fernando sampai akhir. Topspeed? Kedua ridernya lupa melihat speedometer :v

Run 3

Klakson CBR250 alehandro berbunyi, ane dan fernando melesat. Kali ini ane juga berhasil menahan fernando lagi sampai kecepatan 80 km/jam. Selebihnya fernando berhasil merangsek ke depan. Dan ane langsung nempel di ekornya sampai akhir trek. Topspeed yang ane dapet adalah 98 km/jam. Sedangkan fernando 102 km/jam. Catatan: trek pada run kali ini agak menanjak.

Run 4

Klakson CBR250 berbunyi lagi, ane melesat sepersekian detik lebih dulu dibanding fernando. Dan pada run kali ini akhirnya ane berhasil memimpin pemirsa! Sementara fernando menempel ketat, hingga akhirnya pada kecepatan +-110 km/jam fernando berhasil menjejeri NMP ane. Ketat sekali. Rasanya luar biasa pemirsa, NMP dan CBSF melesat sejajar di kecepatan tinggi. Dengan jarak kurang dari 2 meter di samping ane, deru mesin CBSF terdengar jelas sekali pemirsa. Menjelang akhir trek CBSF melesat tifis di depan NMP… Topspeed yang ane dapatkan adalah 118 km/jam. Sedangkan fernando 120 km/jam.

Kesimpulannya…

Dilihat dari spek saja sebenarnya sudah terlihat bahwa CBSF lebih powerfull dibanding NMP, dan kenyataan setelah diadu dalam 4 kali run di trek dengan panjang bervariasi antara 300-600 meter pun demikian. CBSF selalu saja mengungguli NMP, namun yang ane rasa perlu di garis bawahi disini adalah ternyata NMP masih bisa meladeni CBSF alias masih mampu berbicara. Secara umum dengan posisi start sejajar dan bersamaan, akselerasi NMP masih bisa mengimbangi atau seenggaknya menguntit CBSF, selebihnya di kecepatan tinggi rider NMP bisa melakuken teknik curi angin dengan terus menguntit ekor CBSF biar nggak ditinggal jauh, namun untuk trek yang lebih panjang ane nggak yakin kalo NMP bisa terus nempel di ekor CBSF…

IMG_20140720_114755aaaa

Bonus: Run 5

Di lampu merah saat hendak pulang, ane fernando dan alehandro berjejer di barisan terdepan. Jalanan di depan yang nyaris kosong (cuma ada 1 motor dan itu pun nun jauh disana :b) nampak begitu menggoda… Apalagi yang terpampang di depan adalah lokasi yang jarang ada orang menyebrang dan beberapa ratus meter berikutnya adalah jembatan yang nyaris nggak mungkin ada orang nyebrang. Begitu lampu beranjak ke kuning, dengan spontan ane menarik gas dan ngacir duluan (jangan ditiru). Sedangkan alehandro dan fernando baru narik gas ketika lampu menjadi hijau (silahkan ditiru). Ane yang berada di posisi terdepan ngacir sejadi-jadinya sampe nunduk, sementara ketika ane ngelirik spion, terlihat alehandro dan fernando mencoba mengejar. Ane berharap kali ini ane bisa mencapai akhir trek di posisi pertama. Namun rupanya unggul start dan posisi badan membungkuk tidak membantu ane permisa… alehandro dengan CBR250nya menyalip ane dengan cukup telak :’v untunglah alehandro dan CBSFnya nggak kunjung nyalip hingga akhir… Oiya, ane mendapatkan topspeed 121 km/jam, fernando n/a (lupa), sedangkan alhendro 135 km/jam.

Okelah… sekian pemirsa… mohon maaf dan koreksinya jika ada salah, semoga bermanfaat!

 

Hendak Membeli Sepeda Motor 250cc? Pertimbangkan Hal-Hal Berikut!

IMG_20140717_175009

Saudara sebangsa dan setanah air. Seperti yang sudah kita ketahui, montor-montor kelas 250cc saat ini menjadi idola bagi para penunggang kuda besi di negeri ini. Sebut saja Yamaha YZF-R25, Honda CBR250R, Kawasaki Ninja series dan Z series, serta Suzuki Inazuma. Saat montor-montor tersebut melintas di depan mata, rasanya sulit untuk tidak menoleh walaupun sekejap saja #aih… Nah… Buat yang tertarik untuk membeli montor 250cc, ane punya segelintir tips sebelum ente membelinya, cekidot bray…

1. Harga

Ini yang nomer satu, jangan sampe ente membeli montor yang harganya diluar kemampuan alias jauh diatas pemasukan ente perbulannya. Bisa-bisa ente jadi buronan para debt collector :b Jika dana belum mencukupi, lebih baik menabung dulu ketimbang langsung mengambil montor secara kredit. Hitung-hitung selisih bunganya kan bisa dipake buat biaya modif 8-)

2. Spare Part

Pastikan spare part sepeda montor yang ente beli tersedia di bengkel, jangan sampe ente kelimpungan kesana kemari hanya untuk mencari spare part. O iya, cek juga harga spare part sepeda montor yang hendak ente beli, supaya ente bisa memperkirakan berapa “uang jajan” yang mesti dikeluarken ketika  montor ente di servis.

3. Riding Position

Ini juga penting, bagi ente yang suka touring atau bermasalah dengan encok, pegal linu, nyeri pinggang, dkk, sangat tidak disarankan untuk membeli montor yang memiliki riding position racy abis alias menunduk banget. Sebaiknya ente memilih montor dengan riding position yang agak bersahabat (di kelas 250cc yang riding positionnya paling nyaman adalah Suzuki Inazuma). CMIIW. Sementara bagi ente yang doyan kebut-kebutan sampe nunduk layaknya pembalap motojipi, ente bisa memilih montor dengan riding position yang lebih racy. (Ninja RR Mono saat ini adalah yang memiliki riding position paling racy di kelas 250 cc). CMIIW.

4. Performa

Buat para speedfreaks. Urusan performa nggak bisa dilupaken begitu saja. Bagi yang doyan ngebut di trek lurus panjang ente bisa pertimbangken YZF R-25 dan Ninja 250 R. Buat yang suka trek stop n go atau adu drag jarak pendek ente bisa lirik Ninja RR Mono. Dan bagi yang suka selap selip di keramaian kota bisa coba Z250 / Z250 SL.

5. Desain

Kalo yang ini kayanya tergantung selera deh. Mau yang naked seperti Inazuma dan Z series apa yang fairing seperti R25, Ninja series, dan CBR.

6. Kenyamanan Berkendara

Lho, apa bedanya sama riding position? Disini yang ane maksud dengan kenyamanan berkendara adalah hal-hal lain yang mempengaruhi kenyamanan ente selama di jalan. Seperti lebar body montor apakah menyulitkan untuk selap selip di kemacetan, radius putar apakah menyulitkan buat muter balik di jalan yang sempit, panel indikator apakah terlihat jelas atau nggak, shockbreaker belakang terlalu keras atau terlalu empuk, jok terlalu lebar atau terlalu sempit, jok terlalu keras, panas dari mesin apakah keterlaluan (sampe bikin bulu kaki keriting), dan lain lain..

7. Konsumsi BBM

Pemilik montor 250cc nggak mikirin konsumsi bbm? Nggak semuanya begitu bero… Adakalanya ente kepepet atau mesti ngirit pengeluaran. Meskipun pada kenyataannya konsumsi bbm montor kelas 250cc beda-beda tifis. Berada di kisaran 18-35 km/liter tergantung pemakaian. (untuk konsumsi BBM paling irit di kelas 250 cc dipegang oleh CBR250R). CMIIW.

8. Harga Jual Kembali

Bagi yang cuma berniat menggunaken motornya dalam jangka waktu tertentu dan setelah itu ganti montor, hal yang satu ini wajib diperhatikan. Bagi yang ingin harga jual kembalinya tetap tinggi bisa lirik Kawasaki Ninja Series. Tapi tetep inget rawat montornya juga lho yaa kalo mau harga jualnya tinggi.

9. Pikir-Pikir Kembali

Lho? Kok pikir-pikir kembali? Ya pikir lagi aja, siapa tau duwidnya bisa buat hal lain yang lebih bermanfaat. Buat berangkat pergi haji atau umroh misalnya. Begitu sampai di mekah langsung banyak berdoa supaya dapet montor 250cc gratisan. pahala dapet, montor dapet. Barokah pemirsa… Mantab tho? :b

 

Sekian post kali ini, mohon maaf dan koreksi kalo ada salah. Sekian dan semoga bermanfaat~