NMP VS Tiger | Duel Pabrikan Sayap part2

image

Pemirsa, mari kita flashback sejenak. Dahulu kala pada zaman batu lunak ane pernah melawan seorang kolega yang menunggangi seekor macan 200cc bertransmisi 6 percepatan. Kala itu ane berhasil menang beberapa body di depan beliau. Namun di kala itu macan beliau menggunakan magic jar hitam bertuliskan “kmi” di buntutnya, menggunakan engine guard, serta beberapa peralatan lenong kecil-kecilan. Jelas lari si macan pun jadi agak tersendat, layaknya macan yang berlari dengan perut kekenyangan habis makan babi hutan.

image

Pada episode kali ini, si macan sudah sukses diet a.k.a melepaskan segala atribut yang mengekang segala hawa nafsu kemampuan berlarinya yang asli. Weish, jadi makin enteng larinya. Sementara di sisi lain, ane justru menyematkan gear depan 15 mata (standarnya 14 mata) ke NMP ane. Akselerasi menurun? Jelas bero, tapi nafas di tiap gigi jadi makin panjang.

Baiklah pemirsa, lebih baik kita lanjut ke bagian utamanya.

Duel antar sesama GL series ini (GL-200 vs GL150) lagi-lagi mengambil lokasi yang sama dengan duel-duel sebelumnya. Alasan keamanan menjadi prioritas utama, sebisa mungkin lokasi yang digunakan steril dari hewan liar maupun manusia liar yang menyebrang sembarangan. Treknya nggak panjang-panjang amat; 600 meter, dan rasanya udah cukup buat menyiksa dua ekor mahluk sohc.

3…2…1… Dua ekor GL series ini pun melaju,kondisi  jalanan yang 100% lowong di depan jelas membuat ridernya sama-sama membuka gas tanpa ragu. Seperti biasa, GL150 alias NMP melesat beberapa meter di depan moncong kakaknya yang berkubikasi 200cc. 50…60…70…weisshh… si macan rupanya sudah berhasil menempel di ekor NMP. 80…90… sama-sama mengoper ke gigi 4, si macan berhasil menempel ketat bahkan mengimbangi NMP. Memasuki 100 km/jam dua ekor mahluk ini bersaing ketat, tapi si macan perlahan mulai merangsek kedepan. Tarikan NMP semakin loyo memasuki kisaran 108 km/jam. Sedangkan si macan semakin pede karena masih menyisakan satu gear tersisa namun sudah berada di depan NMP.Si macan sempat menggunakan gigi 6 namun tidak lama karena overdrive dan sang rider pun memilih kembali menggunakan gigi 5. Sampai pada akhir trek posisi tidak berubah, NMP berhasil ditekuk oleh kakaknya dengan jarak yang kurang lebih sama ketika NMP menekuk si macan dahulu.

image

Berikut spesifikasi singkat dari kontestan yang terlibat dalam huru-hara kali ini:

Honda Tiger 2011

Mesin dkk : Standar

Gear: Standar

Ban depan : Swallow X-Worm 100/80

Ban belakang : Swallow Thunder 120/80

Bobot rider: +-75 kg

Honda Megapro 2012

Mesin dkk: Standar

Gear: depan 15 mata, belakang standar

Ban depan: FDR Noigen  90/80

Ban belakang: Michelin Pilot Street 100/80

Bobot rider: +-55kg

Hokelah pemirsa, sekian post kali ini. Sampai berjumpa lagi dilain kesempatan, semoga bermanfaat~

Abu Vulkanik Kelud Sudah Mencapai Bandung

Mukegile. Jujur aja ane kaget saat mendengar berita bahwa letusan gunung kelud menyebabkan hujan abu di berbagai penjuru pulau jawa. Apalagi berita dari seorang kawan mengataken bahwa tadi pagi hujan abu akibat letusan gunung kelud sudah mencapai Tasikmalaya. Weleh-weleh… Dan beberapa jam kemudian, lebih tepatnya sekitar pukul 15:00 waktu setempat, hujan abu vulkanik dari gunung kelud akhirnya sukses mencapai kota Bandung. Berikut ane tampilken sedikit gambar yang berhasil ane abadikan…

image
Jok motor tetangga tampak berdebu
image
Tangki nmp ane jadi kotor, padahal baru dicuci
image
Mobil tetangga
image
Jemuran ane gan. Waduh --

Memang nggak separah hujan abu di lokasi yang berdekatan dengan tkp meletusnya gunung kelud. Namun hujan abu yang intensitasnya sedikit ini pun cukup membuat ente kelilipan berkali-kali dan bisa menimbulkan sesak nafas. Bagi yang daerahnya juga mengalami hujan abu sangat disaranken untuk memakai masker dan perlengkapan lain yang bisa melindungi ente dari paparan langsung abu vulkanik.

Sekian post kali ini. Semoga bencana kelud ini tidak menimbulkan banyak korban jiwa maupun kerugian materi. Wasaalamualaikum, semoga bermanfaat~

NMP Raib dari Line Up Sport Honda?

Weleh, New MegaPro a.k.a NMP raib dari Line Up Motor Sport pabrikan sayap???

nmp
screenshot dari situs web resmi ahm

Untuk saat ini masih ada kok bro. Belom raib dari situs resmi produk ahm. Tapi disini udah raib…

2013-12-11 15.05.17Mungkinkah kita kan selalu bersama walau terbentang jarak antara kita? ini pertanda bahwa NMP akan segera difacelift??? Atau jangan-jangan malah di discontinue… Who knows. Tapi yang jelas, ane bersyukur kalo NMP di discontinue, biar yang punya NMP nggak semakin banyak :b. Wokeh, sekian post singkat kali ini. Mohon maaf bila ada salah-salah kate. Kalo mau komentar silahken berkomentarrr. Semoga bermanfaat~

Night Touring Advice – Tips Touring Malam

2013-10-27 19.11.13a

Malam hari adalah waktu yang paling adjib bagi beberapa kalangan bikers untuk melaksanaken Touring. Kondisi jalanan yang sepi nan adem jelas nggak bisa di dapet kalo Touring di siang hari. Belum lagi waktu tempuh yang bisa dipangkas habis-habisan hingga nggak kerasa tau-tau udah sampe aje di tempat tujuan. Wuih, pokoke adjib deh. Namun bukan berarti Night Touring nggak memiliki sisi negatif, ada hal-hal yang mesti diwaspadai ketika bero-bero sekalian melaksanaken Night Touring. Diantaranye adalah…

1. Ngantuk

Bagi yang belum biasa Night Touring, rasa ngantuk niscaya akan mendera. Jangan disepelekan, mendingan cepet berhenti dulu deh. Ngopi sejenak, atau tidur dulu jika situasi memungkinkan. Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada kenapa-kenapa di jalan.

2. Banyak Truk dan Bus

Jangan dikira jalanan bakal sepi total di malam hari. Di jalan antar kota terutama, niscaya ente akan sering menemui Truk-truk dari yang kecil sampe yang segede Optimus Prime, serta Bus-bus AKAP yang lajunya bukan main. Kalo mau nyalip mahluk-mahluk  macam ini ente mesti hati-hati, kesenggol dikit bisa fatal akibatnya.

3. Persimpangan

Wajib berhati-hati tiap lewat persimpangan, jangan selebor. Situasi jalanan yang sepi bikin orang cenderung seenaknya aja melewati persimpangan. Turunken kecepatan, beri isyarat (klankson / lampu dim) sebelum melewati persimpangan.

4. Minimnya Penerangan

Di beberapa daerah pasti ada tempat-tempatyang minim penerangan jalan. Jalan nggak rata atau bahkan berlubang nggak bisa keliatan dengan jelas. Kalo jangkauan lampu motor ente nggak jauh-jauh amat, mending jangan ngebut.

5. Kabut

Masih berhubungan dengan point sebelumnya. Di daerah-daerah dataran tinggi kabut bisa turun kapan aja. Kalo lampu motor ente warnanya putih kekuningan insyaallah bisa nembus kabut. Tapi kalo putih kebiruan? Mending ganti bohlamnya deh.

6. Hujan

Pilih touring malam hari karena kalo siang hari biasanya turun hujan? Salah bero. Hujan bisa turun kapan aja. Siapken jas hujan sebelum ente take off.

7. Bensin

Jangan sampe bensin ente menipis setipis-tipisnya di tengah perjalanan. Inget bero, nggak semua pom bensin buka 24 jam. Jangan sampe ente ngedorong motor karena kehabisan bensin. Pastikan persediaan BBM di tangki motor ente cukup.

8. Lampu HID

Pake HID memang enak, pancaran sinarnya terang seterang kepala orang botak :b Tapi bijimane kalo ente dibikin silau oleh kendaraan yang pake HID dari arah berlawanan? Jangan tatap lampunya, kalo ditatap nanti ente bisa terhipnotis eh bisa dapet efek “buta sesaat”, bahaya.

Nah, itulah beberapa hal yang mesti diperhatiken saat ente melaksanaken Night Touring. Pengen nambahahin? Silahken nambahin dengan mengisi kolom komentar. Sekian post kali ini. Semoga bermanfaat~

2013-12-15 23.45.47

Long Trip With LC135 | Jupiter MX 2007

Long trip? opo kui? Ya bahasa gampangnya ane abis  jalan-jalan jauh lah. Odometer abis lebih dari 240 km buat jalan-jalan jauh tadi :b

Dan dalam perjalanan kali ini, lagi-lagi ane dapet umbrella girl montor dari teman yang berbaik hati (atau mungkin kasihan karena di kosan ane nggak bawa montor) untuk meminjami tunggangannya sehari-hari. Yep, seekor bebek super keluaran 2007 (lah kok tau? liat di stnknye :b) yang bernama Jupiter MX. Atau sekarang lebih dikenal di jagat perbloggeran sebagai Old MX.

Post kali ini nggak banyak fotonya, nggak ada foto di perjalanan –v sorry masbro… Adanya cuma foto pas ane lagi di tempat tujuan…

2013-11-09 12.31.23aCeritanye ane hendak melakuken perjalanan dari Bandung-Bogor PP dengan tujuan untuk menghadiri acara pernikahan seorang kolega (weleh, udah ada yang nikah bro. ane kapan? :b). Perjalanan dimulai dengan start dari kosan ane di wilayah Kota Bandung dan berakhir di Kota Bogor. Total jarak yang ditempuh sekali jalan +- 124 km kalo diliat dari gps.

SC20131115-002734

Dan intinya ane mau share sedikit tentang pendapat ane setelah menunggangi old MX ini bro. Menurut ane sih old mx itu…

+ tarikannya josss untuk motor sebangsa motor bebek, akselerasi ok, topspeed mumpuni. 110 km/h jelas masih bisa nambah :D

- minum bensinnya juga josss…  1:35-1:45 sadis juga bro. tergantung cara kita mainin gasnya juga sih

+ riding positionnya enak, dibanding bebek super sebelah yang ccnya lebih gede :b

- lampunya kurang terang, nggak enak pas lagi lewat jalan gelap

+ enteng tapi nggak enteng-enteng amat, cukup stabil lah. dan enak juga dipake selap selip.

- ada suara ngoroknya pas dicoba narik gas tiba-tiba –”

+ Buat cruising speed di kecepatan tinggi enak bro. Bisa dipanteng di kisaran 80-90 km/jam tanpa perlu ngeraung-raung, bebek biasa mana bisa :b

- Sistem oper giginya bebek banget… Manual Clutch tapi ngopernya kedepan semua, ane beberapa kali salah shifting gear :b

+ Rem pakem, biarpun belom RDB tapi josss buat mengantisipasi manuver emak-emak yang sembarangan nyebrang di jalan antar kota

Nah, itulah sedikit pendapat ane mengenai old MX. Ada yang mau nambahin? silahkan isi kolom komentarrrr… sekian post singkat kali ini dan semoga bermanfaat~

 

One Day With CBSF – Nunggangin CB150R Seharian

Beberapa waktu yang lalu ane berkesempatan seharian menunggangi CBSF milik rekan yang pernah ane testride sebelumnya. Maksud awalnya sih mau minjem V-ixion lawas beliau, eh malah dikasih CBSF. Yowissss… Dan maksud awalnya juga cuma mau minjem dari pagi sampe ba’da ashar, eh gara-gara hujan turun dengan beringasnya akhirnya jadi minjem sampe malem deh. Yowissss…

wpid-1381767620-picsay.jpg

Petualangan ane dengan si CBSF berawal dari pukul  06:07 dan berakhir pukul 8 malam (14 jam coy). Selama 14 jam si CBSF anebawa keliling Jakarta-Bogor atau lebih tepate Tanjung Barat – Gunung Salak. Si CBSF menempuh jarak total +-165 km karena sempet ane bawa muter-muter di Bogor kota dan Depok juga. 14 jam dan 165 km itu nggak sepenuhnya solo riding bro, ane riding bersama tuan putri yang menemani ane sejauh +- 110 km dari jam 7 pagi sampe jam set8 malam. Sisanya ane solo riding. Oiya, untuk post kali ini mohon maaf kalo gambarnya kurang lengkap. Maklum, batre hp cepet habis jadinya nggak bisa sering-sering jepret sana-sini.

Pukul 06:07 (nggak ada fotonya, tapi ane inget persis berangkatnya memang jam segini) ane take off dari rumah si empunya CBSF menuju rumah tuan putri di Bogor. Jarak yang ane tempuh dari Tanjung Barat menuju Bogor kira-kira 42 km. Dan dalam waktu 49 menit atau pada pukul 06:56 ane sudah sampai di Bogor. Ngebut? Nggak, maksimal ane cuma memacu si CBSF sampe 97km/jam aja kok bro (Jl Raya Lenteng agung, depan stasiun Tanjung Barat, pagi hari, sepi coy). Rata-rata ane cuma riding di kecepatan 60-80 km/jam. Dan emang kondisi jalan saat itu juga masih kosong. Oiya, karena dari awal indikator bensin si CBSF udah kedap kedip, maka di depok ane sempet mlipir dulu buat ngisi bensin di SPBU yang berlogo Kerang, terus ngisi V-Power 20 ribu deh (perliter saat itu Rp 11.900), jadi dapet 1,68 liter.

SC20131027-040600

Pukul 07:18 ane udah nggak solo riding lagi. Karena sekarang ada yang duduk nih di jok belakang (ejieeeeee…) Ane beserta tuan putri take off menuju lokasi tujuan, yaitu Curug Cigamea yang letaknya di TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Tapi sebelumnya kite keliling-keliling Bogor dulu bro, sekalian nyari sarapan. Setelah sarapan baru deh kite take off menuju Curug Cigamea.

Rider + Boncenger udah kenyang nih ceritanya, eh tiba-tiba si CBSF minta makan lagi… Indikator bensinnya kedap-kedip lagi bro! Alamak… Kata si empunya sih kalo kedap-kedip gitu masih cukup kuat buat jalan agak jauh, tapi ane pikir daripada nanti di TNGHS kehabisan bensin dan nggak ada SPBU, mending cari SPBU terdekat deh. Walhasil, kite jadi mlipir ke SPBU Pertamina di deket RS Jiwa (namanya ane lupa) dan ngisi premium 20 ribu… V-Power + Premium? No Problemo, si empunya juga ngisinya begitu, kadang V-Power kadang Premium. Oiye bro, setelah diisi premium indikator bensin CBSF naik jadi 3 bar. Alhamdulillah~

Perjalanan dilanjutken dengan riding menuju Curug Cigamea. Rute yang dilewati yaitu Sholeh Iskandar, lanjut ke arah IPB, terus belok di jalan akses menuju TNGHS, lalu ikutin jalan terusssss… Sampe ada gerbang TNGHS, dan disitu kite mesti bayar tiket masuk sebesar 10ribu rupiah~ (2 Orang + Motor).

2013-10-27 12.13.41

Dari situ perjalanan tinggal beberapa km lagi, Curug Cigamea itu letaknya setelah Curug Seribu, Kawah Ratu, dan Curug Ngumpet. Dan pada pukul 10:30 begitu sampai di area parkir Curug Cigamea kite mesti bayar tiket parkir sebesar 5000 rupiah. Turun dari CBSF, jalan sedikit, ketemu gerbang, dan… nah loh mesti bayar lagi tiket masuk 6000 rupiah perorang. Bayar mulu coy :b

Curug Cigamea ini lumayan gede bro, disini ada 2 air terjun yang posisinya berdekatan. Fasilitas disini cukup memadai, banyak warung-warung dan bahkan ada semacam penginapan disini. Untuk menuju curug ente mesti melewati jalan setapak + anak tangga yang jumlahnya lumayan, yaa lumayan bikin gempor juga sih, kasian tuan putri. Kalo ane mah udah biasa –,

1383344924-picsay

Pukul 11:40 kite balik ke parkiran untuk bertolak ke tempat makan yang sudah dijanjiken yang berlokasi di Bogor kota. Yowis… Langsung Take off~

Saat turun gunung dari TNGHS, bensin si CBSF berkurang jadi 2 bar. Weleh, cepet amat -_- yowis ra popo. Lanjutken. Ane dan tuan putri akhirnya sampai di tempat makan pukul 12:40, lalu selesai makan jam 13:30 perjalanan dilanjutken menuju kediaman tuan putri lagi. Setelah sampe di kediaman tuan putri kegiatan ane lanjutken dengan nungguin tuan putri ngerjain tugas, dan pukul 16:00 kite takeoff lagi untuk mengantar tuan putri menuju tempat persinggahannya di Depok.

Kite pun take off lagi, indikator bensin si CBSF turun lagi jadi tinggal 1 bar tapi nggak kedip-kedip… Dan sayangnya baru 5 km dari titik keberangkatan, hujan tiba-tiba turun dengan beringasnya… Weleh-weleh… Nggak bawa jas ujan bro! Ane pun terpaksa menghubungi si empunya CBSF untuk mengabarken bahwa ane telat (telat parah). Alhamdulillah beliau santai sajo, padahal ane udah nggak enak hati gara-gara kelamaan minjem si CBSF.

2013-10-27 15.48.07a

Perjalanan baru bisa dilanjutken setelah adzan maghrib berkumandang, itupun mesti pelan-pelan karena hujan belum berhenti sepenuhnya, kadang berhenti, kadang gerimis, kadang tiba-tiba deres lagi. Dan ketika nyaris mencapai depok, si CBSF indikator bensinnya jadi kedap-kedip. Walaaaahhh… Yowis, jalan terus ae. Depok-Tanjung Barat deket kan :b

Selesai nge-drop tuan putri di depok, ane langsung take off lagi menuju rumah si empunya CBSF. Dan pukul 8 malam barulah ane landing di rumah beliau. Pas sampe disono ane langsung bercerita banyak mengenai si CBSF, terutama tentang konsumsi bensinnya yang tergolong boros. Dan si empunya juga mengiyakan ucapan ane. Katanya beliau biasanya cuma dapet 35-40 km/liter. Weleh…

Nah pemirsa, dari 165 km dan 14 jam bersama si CBSF  ane dapat mengambil kesimpulan bahwa…

2013-07-23 16.05.01a

+CBSF tarikannya lebih enak dibanding NMP (jelas… 17 HP vs 14 HP)

+CBSF lebih enteng dibanding NMP (136 kg vs 129 kg)

+CBSF lebih terang lampunya dibanding NMP (55watt vs 35 watt)

-CBSF konsumsi bensinnya lebih boros dibanding NMP (165 km mesti ngisi 20 ribu V-power dan 20 ribu premium, faktor boncengan + nanjak gunung juga sih)

-CBSF riding positionnya kalah enak dibanding NMP kalo buat jarak jauh (tangan ane merah pas turun gunung dari TNGHS)

-CBSF suspensinya lebih keras dibanding NMP (stabil sih buat nikung di kecepatan tinggi, tapi buat jalan rusak malah cenderung keras, tuan putri bener-bener komplain soal ini)

Lho kok dibandingin sama NMP??? Ya karena ane biasanya nunggangin NMP bro :b kalo ane biasa nunggangin RSV4 yaa ane bandingin sama RSV4 (buset, jauh amat bandinginnye)… Okelah, sekian post kali ini, kalo ada masukan, ingin berkomentar, atau sekedar ingin nongol namanya di blog ini silahken isi kolom komentar. Gratis. Nggak Bayar. Semoga bemanfaat~

TestRide KSR 110 | Mini Supersport

Beberapa waktu silam ane berkesempatan mencicipi Kawasaki KSR110 yang pada artikel sebelumnya juga sempet nongol di blog ini, nongol disini bro. Wujudnya yang kecil membuat anepada awalnya agak sangsi dengan performa motor yang velgnya cuma berdiameter 12 inchi ini. Namun semua berubah saat negara api menyerang saat ane mencoba menungganginya…

2013-10-22 09.08.43a

Tanpa banyak cingcong ane langsung nyemplak di atas KSR (maap nggak ada potonya, lupa). Nyalain kunci kontak, dan jari langsung refleks buat neken starter elektrik yang ternyata nggak ada… Ini motor cuma punya kick starter rupanya… Yowis, terpaksa pake kick starter. Dan… BrmmBrmmBrmm… Suara mesin 110ccnya tergolong halus bro. Meskipun ada efek sedikit efek “ngorok”ketika gas dipelintir dengan cepat… Ya, cuma sedikit sih, nggak sampe kaya ngoroknya motor yang banyak dibahas di warung-warung sebelah (if u know what i mean).

Okelah, sekarang mari masuken gigi satu, buka gas, dan langsung cabuttt~

Kite mulai dengan membahas akselerasi si KSR ini. Jangan harap ente akan menemui akselerasi layaknya motor sport pada umumnya pas nyemplak KSR. Wong koplingnya aja otomatis kok (nggak pake kopling bro). Tapi overall akselerasinya cukup mumpuni untuk motor berkubikasi 110cc.

2013-10-22 09.08.56a

Topspeed??? Menurut si empunya sih bisa dipaksa lari sampai di kisaran 100-110 km/jam. Not bad lah. Sedangkan ane sendiri cuma ngetest si KSR paling kenceng di kisaran 90 km/jam (lalin kurang mendukung). Ane sendiri ngerasa  tarikan si KSR ini mulai melempem ketika memasuki kecepatan 70 km/jam.

Handling dan kenyamanan? Nah ini dia yang bener-bener spesial. Handlingnya muantab jaya, enak banget buat selap-selip di perkotaan. Ukuran si KSR sendiri yang tergolong mini terbukti ampuh melibas celah yang nggak mungkin dilewatin motor-motor lain. Dan nyemplak diatas KSR ternyata nyaman bro! Nggak percaya? Kalo ada kesempatan ente coba sendiri deh.

2013-10-22 09.10.18a

Soal fitur dan lainnya? Kalo yang ini ada + dan – nya sih. Ane kasih yang + nya dulu deh…

+ Mesin halus

+Ban Gambot

+Shockbreaker depan Upside Down, empuk coy

+Shockbreaker belakang juga  empuk

+Irit (yaiyalah, 110cc doang)

+Bodynya kecil tapi keren (menurut ane sih)

Dan sekarang yang – nya

-Single seater (nggak ada footstep buat yang di bonceng)

-Nggak ada indikator bensin dalam bentuk apapun, mesti ngecek tangki secara manual

-Nggak pake kopling (ini relatif sih… nambah kenyamanan tapi performanya jadi biasa aja)

-Nggak ada elektrik starter

-Mekanisme oper giginya N-1-2-3-4 tapi dicongkel semua, bagi yang belum terbiasa jelas butuh adaptasi

-Harga mahal, 21 jutaan bro…

2013-10-22 09.09.59a

Hm…aaa… Okelah. Sampai disini aja artikel mengenai TestRide KSR 110 kali ini, jikalau ada pertanyaan dan lain-lain silahken bersuara via kolom komentar. Sekian dari ane, semoga bermanfaat~

Pasang Footstep Boncenger di KSR110

Pemirsa… Seperti yang telah kita ketahui (atau mungkin ente belum tahu) bahwa Kawasaki KSR110 tidak dirancang untuk berboncengan. Karena ukurannya yang mini, joknya terbatas. Serta nggak ada footstep buat yang dibonceng (boncenger). Sehingga kalo mau boncengan kaki yang dibonceng terpaksa kawer-kawer ngegantung dan bikin pegel pastinya.

image

Nah, untuk itulah temen ane yang punya KSR110 berinisiatif memasang footstep boncenger di KSR milik beliau…

image

Rincian biaya yang dihabisken sebagai berikut:
-footstep variasi (aslinya buat satria fu sih) Rp 60.000
-jasa las + nambahin plat buat dudukan Rp 40.000

Lho kok jasa lasnya mahal? Padahal yang di las cuma footstep sebelah kiri. Sedangkan yang footstep sebelah kanan (yang di foto) langsung pnp dengan memanfaatkan baut kabel rem belakang. Hm… Entahlah, tanya tukang lasnya :b

Okelah, sekian post singkat kali ini. Kalo ada sesuatu yang ingin diutaraken silahken isi kolom komentarrrr… Semoga bermanfaat~

Test Ride CBSF! -nyobain cb150r streetfire

Assalamuaikum… Punten… Mohon maaf atas sempat tidak aktifnya blog ini selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan dikarenaken yang nulis lagi sekolah eh kuliah di kota kembang. Mohon maaf yaa permisaaaaaaaa….

Hoke, langsung aje. Kemarin sore ane bertandang ke rumah kolega di kawasan pasarminggu. Yang tidak lain tidak bukan adalah pemilik piksen biru (apa abu-abu ya?) yang dulu banget sempet ane test akurasi speedometernya. baca disini maaf kalo postnya disitu nggak jelas, tanpa gambar, bikin sangsi lah pokoke. Tapi datanya insyaallah bisa dipertanggungjawabken~

Singkat cerita, kita ngobrol-ngobrol nih soal montor. Ketika ane tanya “gimana v-ixionlu? knalpotnya kok standar lagi?” eh beliau malah menjawab “sekarang mah gw nggak pake (motor) yang itu lagi buat harian”. Sontak ane jadi agak bingung karena beliau malah menjawabnya dengan pernyataan tersebut…. Ternyata eh ternyata, rupa-rupanya beliau kini selingkuh dengan seekor streetfire berwarna putih…
wpid-1381768651-picsay.jpg

Awalnya ane agak malu-malu buat izin testride. Tapi iman ane goyah karena melihat maria ozawa koprol nggak tahan pengen nyobain sensasi mesin DOHC, kompresi tinggi, dan overbore pula. Maklumlah karena ane biasanya nyemplak montor SOHC, kompresi rendah, overstroke pula –” #ngelirikSPdanNMPwpid-1381768758-picsay.jpg

Kesan pertama? Jujur aja ini montor lumayan keren. Meskipun tak sekeren F4RR nya MV Agusta (jauh amat bandinginnye…). Bodynya simpel, sekilas mirip piksen lawassssss… Headlampnya kaya NMP tapi dikecilin, jadi lebih keren dibanding headlamp NMP (kasian NMP, headlampnya tak kunjung mengecil :b). Terus joknya nggak empuk-empuk amat, agak keras malah buat pantat ane. Tapi alhamdulillah suspensinya enak berkat disematkannya pro-link.  Dan soal riding position. Badan serasa sedikit bungkuk ke depan, kesan racy-nya dapet tapi nggak bikin cepet pegel.

wpid-1381768837-picsay.jpg

Soal performa… Yaa ane nggak bisa bicara terlalu banyak karena nggak sempet mengeksplor secara maksimal, kondisi jalanan kurang memadai buat test topspeed bro. Jadi ane cuma ngerasain akselerasinya aja. Dan jujur aja bero, tarikan awal agak lemot khas DOHC memang terasa, namun nggak lama coy. Ketika masuk rpm 6000 dan seterusnya tenaganya mulai ngisi dan semakin ngisi. Enak lah pokoke. Soal handling… Lumayan mantab. Ini montor nggak terlalu berat dan nggak terlalu ringan ane bisa kataken kalo ini montor cukup stabil dan lumayan enak buat bermanuver ria~

wpid-1381768709-picsay.jpg

 

Oke bro… Sekarang kita masuk ke bagian wawancara singkat tentang perbandingan CBSF vs V-ixion lawas dengan temen ane si pemilik 2 mahluk 150cc tersebut sebagai narasumber. Cekidottttt…

Topspeed CBSF?

“baru coba sampe 127, tapi masih gigi 5″

Tospeed V-ixion?

“135, tapi kan udah setting CO, ganti kanlpot, sama ganti koil”

Akselerasi???…

“enakan V-ixion”

Lah terus kenapa lu milih CBSF buat harian sekarang???

“V-ixion emang tarikan awalnya enak, tapi CBSF tarikan atasnya lebih enak. Apalagi kalo udah masuk rpm 9000 ke atas. Sensasi tarikannya sama raungan mesinnya itu lho… Belom lagi tiap kali ganti gigi kayanya CBSF kerasa lebih ngehentak”

Pernah battle sama NVL pas nyemplak CBSF???

“pernah”

Menang siape???

“Kan gw tes nih, posisi dia di depan gw. Startnya juga duluan dia dikit sih. Gw cuma bisa ngimbangin tarikannya aja.”

….

Hoke… Begitulah kisah testride CBSF dan hasil wawancara singkat dengan temen ane tersebut. Bila ada pertanyaan silahken bertanya via kolom komentarrrr… Sekian post kali ini, semoga bermanfaat. Selamat hari raya idul adha dan wassalamualaikummmm~

wpid-1381767620-picsay.jpg

Jejepe. Jalan Jalan Pagi~

Sebuah post iseng dikala bosan menunggu kereta untuk sampai tujuan. Hukumnya pun sunnah untuk dibaca. Kalopun pemirsa sekalian berkenan untuk membaca, saya mengucapken matur nuwun, semoga tambah ganteng…

image

Kali ini ane akan mengajak pemirsa sekalian untuk bertualang ke dalam dinginnya kabut pagi. Tau kabut kan? Itu lho, nama pelawak yang cincinnya banyak. Tessy kabut #halah

Poto-poto di post ini ane ambil ketika ane iseng melaksanaken Jejepe alias Jalan-Jalan Pagi. Jalan-jalannya bukan di sembarang tempat, yaa mungkin sembarang sih. Tapi sudehlah ye, ane jejepe ke area pertanian a.k.a sawah di tanah kelahiran Babeh ane, Kebumen, city of walet bird~

image

Satu yang menarik dari jejepe ini, kabutnye bro. Kabutnye… Tebel coy. Mirip kaya pengasapan yang dilakuken puskesmas setempat untuk menjagal nyamuk DBD…

image

Tapi kabut perlahan mulai menghilang saat bola lala muncul di ufuk sebelah timur. Kalo muncul di sebelah barat maka tamatlah riwayat dunia ini. Momen matahari terbit pun ane abadiken sedikit dalam jepretan poto berikut…

image


Sedikit tips buat yang doyan poto tapi masih burem banget dengan dunia fotografi sama seperti nyang nulis post ini. Untuk menghasilken efek “matahari jadi gede” caranya gampang. Cukup mundur beberapa meter dari objek lalu zoom in kamera ente. Niscaya matahari yang di poto biasa terlihat seperti ini…

image

Akan terlihat seperti ini…

image

Okelah, sekian post kali ini. Selamat libur agustusannnn~

2013-06-24 14.19.28xxa

Aplikasi Ban Belakang 100/80 di NMP. Akselerasi Mumpuni, Topspeed Dikebiri

Judule kepanjangan ye bro? maap maap. maksudnya biar jelas aja
2013-06-24 14.19.28xxa
Begini kisahnya. Beberapa waktu yang lalu kondisi ban belakang NMP ane udah bener-bener gundul layaknya ban motojipi. Janganken dibawa di trek basah, di trek kering pun ‘gigitan’-nya sudah sangat lemah. Daripada berlama-lama dengan kondisi yang nggak enak seperti ini, ane pun memutusken untuk mengganti ban…
Tadinya ane berniat mengganti ban belakang NMP dengan yang berukuran 120/80. Selain jadi terlihat lebih berisi, tinggi motor pun jadi bertambah. Sebab ban standar NMP 100/90, tingginya : 100 x 90% = 90mm alias 9 cm. Kalo pake 120/80 berarti tingginya jadi 120 x 80% = 96mm alias 9,6 cm. ada penambahan 1,2 cm (0,6 cm x 2 (atas bawah)). Di sisi lain, penambahan tinggi ini juga merupakan penambahan diameter roda yang otomatis akan berakibat naiknya topspeed. Sebaliknya jika pake ban dengan tinggi yang lebih pendek, contoh 110/70 (berarti tinggi ban hanya 110 x 70% = 77mm alias 7,7cm) maka topspeed akan menurun, meskipun akselerasi meningkat.

Sialnya, ane nggak menemukan ban 120/80 di toko ban. Yang ada cuma ukuran 120/70 merk sendal jepit. Itupun mesti ditebus dengan tiga lembar uang warna merah (bukan gocengan ye). Dan satu lagi merk jembatan batu, yang jembatan batu harganya mukegile. Setelah dipikir-pikir, akhirnya ane nekat mengambil ban yang satu ini…
2013-07-23 16.06.20a
Harganya juga setara dengan ban 120/70 tadi, tapi ukurannya lebih kecil. Cuma 100/80 bro… Bahkan ban ini lebih kecil dibanding ukuran ban standar NMP (100/90). Terus kenapa ane ambil yang ini? Entahlah, iseng aje pengen coba :b
Impresi awalnya? beuhhh.. Motor jadi pendek. Gimana nggak? Diameter roda mengalami penurunan 2 cm dibanding kondisi standarnya (silahken hitung dewe).
2013-07-23 16.05.01a
Dan beberapa hari kemudian, ane pun jadi penasaran dengan performa NMP dengan ban 100/80 ini. Waktu ba’da subuh ane jadiken sasaran untuk menjajal seperti apa lari NMP ane sekarang. Dan ternyata…
SC20130805-052831
Akselerasinya terasa lebih nampol. Mantab lah. Mumpuni banget buat trek stop n go di perkotaan. Tapi topspeednya terasa dikebiri bro. Bisa ente liat pada gambar diatas. Ane dapet speed 109 km/jam di gps, sedangkan di speedo menunjukan angka 117 km/jam. Itu dengan kondisi mesin meraung-raung, lebih meraung dibandingken waktu pake ban standar di kecepatan yang sama. Feeling ane sih kalo diterusin dikit lagi bisa kena limiter tuh :b

Okelah, sekian post kali ini. Bagi ente yang ingin mencoba ban 100/80 untuk dipake di roda belakang nmp silahken nyoba. Bagi ente yang nggak pengen nyoba yaa nggak papa. Selamat libur lebaran~ Semoga bermanfaat~

Ketika Filter Udara Mampet

Pemirsa sekalian… Sesuatu yang mampet biasanya nggak enak. Hidung mampet, BAB mampet, dsb. Nggak enak lah pokoknya. Nah, apa yang terjadi jika filter udara motor ente mampet? Kisah berikut akan menjawabnya…

Suatu ketika ane tengah mengendarai NMP alias New Megapro alias motor reog ponorogo. Begitu sampai di satu jalan, ane mendapati kondisi jalanan di depan ane sepi. Seenggaknya sampai radius 500meter di depan nggak ada kendaraan sama sekali. Dan setelah berpikir sejenak ane pun memutuskan untuk memelintir gas dalam-dalam. Sekalian nyobain performa gear set sama ban baru #ciyeeee.
2013-07-23 16.05.01a
Gas dipelintir, mesin meraung. Dan ane pun melesat cepat meski tak secepat Ninja RR. Shifting gear juga ane lakukan secepat mungkin meski tak secepat pembalap Motojipi. 60…70…80…90… Dan saat memasuki kecepatan 95-97km/jam tiba-tiba terjadi sesuatu yang nggak diduga-duga. Rpm turun mendadak dan mesin pun kehilangan tenaga. Weleh-weleh… Ane langsung menurunkan kecepatan dan kembali riding di kecepatan normal (50-60km/jam). Karena penasaran, ane mencoba gaspol lagi beberapa saat kemudian. Ternyata hal yang sama terjadi lagi. “Waduh, jangan-jangan karena ini motor belum diservis?” Itu yang ane pikirkan. Dan ketika ane tanyaken ke beberapa kawan, mereka mendiagnosa ada sesuatu yang salah di karburator NMP ane. Waduh, mesti ke bengkel deh nih.

Beberapa hari kemudian ane iseng ngeliatin mesin NMP, meskipun belum faham soal mesin tapi ane berharap dapat menemukan sesuatu yang jadi penyebab hal ini. Kondisi mesin normal meskipun agak kasar karena olinya belum diganti :b ane nggak tau mesti diapain. Satu-satunya solusi sementara yaa si NMP jangan diajak lari dulu. Beranjak dari ngeliatin mesin, kali ini ane mulai iseng membuka bagian bawah jok. Maksudnya mau ngambil obeng buat bongkar-bongkar dikit. Tapi kemudian ane nggak jadi bongkar-bongkar, karena biang keroknya ketahuan pas jok dibuka… 2013-07-29 07.16.43</a
Lha iki sing jadi biang keladi, toolset nutupin air intake alias saluran menuju filter udara NMP yang bentuknya seperti moncong hidung babi. Pantesan nggak mau diajak ngebut. Ternyata filter udaranya mampet –" Ibarat orang sesak nafas tapi dipaksa lari. Yo susahhh…
2013-07-29 07.15.03
Jelas-jelas ada peringatan “Jangan menaruh benda apapun di bawah jok” yang fungsinya untuk mencegah hal seperti yang ane alami terjadi. Tapi toolset ane malah nongkrong tepat didepan hidung babi –”

Okelah, sekian post kali ini. Semoga bisa dijadiken pelajaran bagi pemirsa sekalian. Semoga bermanfaat~

Your bike, your wife~ Montormu, bojomu~

satuaspal.com

it's about trip, experience, and togetherness

Xaybu's Journal

Wordpress mengenai pengalaman dunia dan dunia gaming Xaybu dan seorang gamer Indonesia!

kiansantang1001

cari lah kebahagiaan pada diri orang lain bukan pada diri sendiri

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Jinsei's Web [人生]

never stop trying to be perfect

blognya si oom!

karena hidup itu perlu dirayakan

In The Word

Assallamuallaikum Wr.Wb "Selamat Datang"

Abdoemaggi

Jalan I Makan I Photo

Welcome To My Blog

Belajar dan Terus Belajar Demi Kesuksesan (Learn and Keep Learning For Success)

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Yeni Qurotul Aeni

My Lovely Wife

Bagas29ps

Saatnya yang Muda Mengerti dan Bicara

CXRider.com

=| imajinasi sepasang roda |=

vixionr15 !!!

seputar vixion dan yang lain

hendisufyan

Just another WordPress.com site

Css Hacker

detective hacking

INDOBIKERMAGS.COM

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

Blognya Arantan

Soal roda 2, 3, dan 4 juga gadget dan lain-lain :)

satlantaskebumen.com

Official Site Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen

nosvelos

motorcycles enthusiast and more

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

Heyy..My NAme iS SuRyA

MotoBlog from my heart

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

macantua

just ride and drive safely

pensamiento amplio

berfikir luas

Bakul Kangkung Jpr

let's talk motorcycles and bikers

pangben.wordpress.com

"Maunya blog roda 2" ~ "My Bike, My Personality"

achmad sya'roni personal blog

berbagi pengalaman dan pemikiran seputar otomotif dan hal-hal di sekitar

"speak the truth nothing but the truth"

lexyleksono

Just want to share my life journey

at0zz

let's share your mind

Touring, Adventure and Humanity

menikmati setiap rentang waktu dan perjalanan ber-adventure

iron113

All about TechnoMachine

motorgoodness

Berbagi kebaikan dalam dunia per-motor-an

fcsiahaan

This WordPress.com site is the bee's knees

Aa Ikhwan Blog

Berjalan Dari Satu Takdir Menuju Takdir Yang Lain

Putihviolet's Blog

A great WordPress.com site

remcakram.com

sepeda motor, piknik, kuliner dan curhat colongan

muhammadkusni

Berlatih menjadi manusia yang utuh

Kasamago

Everything I like : Movie, Manga, Military, Photography, Otomotive, etc.

erwinkrenbiz

Tetap Sehat Biar Makin Sukses

Ari's Journal

“The best man among you is the most useful for others.” (Narrated by Bukhari & Muslim)

AromaRPM - ki Salim blog _

Nikmati setiap dentumannya...

Proud2ride Independent Blogger

Proud2Ride... Proud2Write... Proud2Be... INDEPENDENT BLOGGER...!!!

Nofgi Piston

Tingkatkan Pengetahuan Tentang Otomotif

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan...

SRT Motoblog

Segawon Resing Tim

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 245 pengikut lainnya.