Suzuki Shogun SP. Sang Kaisar yang Terlupakan

Saat ini pangsa pasar sepeda motor di Indonesia dikuasai oleh H*nda dan Y*maha. Sementara itu pabrikan lainnya seolah hanya mencicipi sebagian kecil porsinya. Tak terkecuali S*zuki yang sampai saat ini masih sukses dengan bebek underbone-nya dengan banderol nyaris menyentuh angka 20juta rupiah. Anehnya, justru produk inilah yang paling laris diantara line-up S*zuki lainnya.

Memangnya tidak ada bebek lain dari S*zuki selain Satria FU??? Tentu saja ada!~ Salah satunya Shogun yang kini sudah menjelma menjadi Axelo (masih ada embel-embel shogunnya kok di body Axelo, cek aja) Namun pamornya kalah saing dengan Jupiter series dan Supra X 125.

Kalah pamor bukan berarti kalah performa. Justru bisa dibilang Shogun series lah yang menjadi suksesor pertama dan berhasil menggalakkan pangsa bebek kelas menengah. Pada awal tahun 2000-an kehadiran Shogun110 membuat Supra X kocar-kacir. Dengan harga yang kompetitif, Shogun menawarkan performa yang lebih baik dari Supra yang sebelumnya sudah memimpin pangsa pasar motor bebek. Sayangnya pihak S*zuki justru membuat ‘blunder’ dengan men-discontinue-kan Shogun110 dan menggantinya dengan Shogun125 (kepancing h*nda kali yah? soalnya waktu itu h*nda menelurkan Karisma sebagai senjata terbarunya). Dan pada akhirnya, celah ini dimanfaatkan oleh Y*maha dengan mbrojolin Jupiter series. Alhasil, Jupiter laku keras. Supra kembali naik daun. Sedangkan Shogun tenggelam.

Shogun SP adalah varian Shogun versi kopling. Mungkin sekarang sudah agak susah menemukan Shogun SP dengan kondisi mulus (soalnya banyak yang dipake buat balap liar). Shogun SP sempat mengalami ‘refresh’ di tahun 2007. Bukan sekedar ganti baju, tapi mesin ikut diganti. Mesin Shogun SP 2007 hingga kini masih dipakai untuk mesin Axelo, dengan penyempurnaan tentunya.

Bicara soal performa. Bisa dibilang Shogun SP memiliki performa yang mumpuni. Dalam kondisi standar, Shogun SP bisa mengasapi Jupiter MX non-kopling (tapi kalah dikit di topspeed kalo lawan MX kopling). Topspeed Shogun SP berkisar antara 110-125 km/jam. Untuk Shogun SP versi 2007, mungkin agak lemot untuk mencapai topspeed. Karena CDI dilimit di kisaran 9000rpm dan gigi 4 nya berat (mungkin hanya sebagai penurun rpm). Sedangkan konsumsi bensinnya pun cukup irit (tapi jangan samakan dengan Supra Fit ya :b ) jika dibawa dengan kecepatan konstan 40 km/jam di gigi 4, maka konsumsi bensinnya bisa menembus 1:45.

Sekian dulu ulasan saya kali ini. Lain kali akan saya ulas lebih dalam mengenai performa Shogun SP.

15 pemikiran pada “Suzuki Shogun SP. Sang Kaisar yang Terlupakan

  1. bravo shogun sp. motor ane yg dah 5. tahun gw pake pp kantor jarak 100km. masih enteng bgt tarikannya n bandel

  2. emg tu fd125xrm ane gak ada matinya (kecuali kalo dimatiin dari stop kontak hehe). di jalanan jd motor unik dan rare, asalkan gak ketemu arashi, sepupunya…

    teknologi simple tapi kentjang dan iritttt….

  3. 9 tahun pake shogun FD gak da yg lawan deh bandelnya. suara mesin memang kasar, tapi kasarnya suara mesin gak makin kasar padahal dah 9 tahun.

  4. emang mantep dah shogun sp 125fd hitam kuning, udh 10tahun ane pake sejak pertama relaese.. mesinnya mantep gak rewel.. ok bgt buat ngebut, handling ok, akselerasi mantap

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s