Longsor Padalarang

Image

“Sejumlah pekerja melakukan perbaikan rel kereta api yang longsor di Bojongkoneng, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, (8/4). Longsor yang terjadi kemarin sore ini mengakibatkan 14 perjalan kereta terganggu.”

sumber: http://www.tempo.co

Ada yang sudah baca berita tentang longsor di Padalarang 2 hari yang lalu? Bagaimana respon anda? Biasa aja? Yaudahlah kalo begitu. Anda tidak tahu bahwa anda sedang membaca sebuah post yang ditulis oleh salah satu korban longsor tersebut :b

Korban disini maksudnya bukan korban jiwa, bukan korban luka-luka, dan bukan juga korban pengkhianatan cinta. Tapi korban “tidak langsung” alias cuma kena dampaknya aja. Biar lebih jelasnya izinkan ane ngedongeng dikit…

Image

Jadi begini, kisah ini terjadi pada minggu malam (7/3) di Bandung. Ane bersama 2 orang teman berniat untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan KA Serayu dari stasiun Kiaracondong. Kenapa kami memilih naik KA Serayu? Simpel, karena tiketnya cuma 25ribu rupiah (dulu bahkan 9500 rupiah aja lho).

Image

Kami tiba di stasiun Kiaracondong pukul 22:15, sedangkan menurut jadwal KA Serayu akan tiba pada pukul 23:55. Yaudah, istirahat dulu lah, selonjoran sepuasnya di atas kursi stasiun. Maklum, kami habis jalan kaki dari daerah Cisitu sampai ke Stasiun Kiaracondong (+-7km). — Menit demi menit berlalu, jam besar yang menggantung tak jauh dari kami kini menunjukan pukul 23:25. Berarti +- 30 menit lagi KA Serayu akan tiba menjemput tiga orang ganteng ini #pret. Yaa ane harap keretanya nggak ngaret. Namun sesaat kemudian harapan itu musnah akibat pemberitahuan yang bunyinya kira-kira seperti ini:

“Kami beritahukan kepada seluruh pengguna jasa Kereta Api tujuan Jakarta, untuk malam ini seluruh perjalanan menuju Jakarta DIBATALKAN. Sekali lagi kami beritahukan kepada seluruh pengguna jasa Kereta Api tujuan Jakarta, untuk malam ini seluruh perjalanan menuju Jakarta DIBATALKAN. Sehubungan dengan adanya longsor di daerah Padalarang. Tiket dapat diuangkan kembali di loket. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sekian dan terimakasih.”

Mampus… Bijimana ini??? Sudah kaki gempor karena jalan kaki 7 kilometer di tengah hujan, jam menunjukan pukul setangah 12 malam, dan sekarang nasib kami terkatung-katung di salah satu sudut kota Bandung. Kami bertiga pun tepok jidat.

Berbekal info dari penduduk lokal, kami segera menuju terminal bus terdekat dengan naik angkot, yang sayangnya ane lupa nama terminalnya apa. Hmmm… Yasudahlah, yang penting bisa pulang ke Jakarta meskipun harus membayar tiket yang “agak” diluar anggaran awal.

Image

Untunglah di dalam bis yang kami tumpangi tersedia fasilitas tv. Sehingga bisa istirahat dengan nyaman sambil nonton moto gp. Sayangnya di tengah perjalanan siaran TV nya menjadi kurang jelas, hingga akhirnya sang kernet memilih untuk mewafatkan sajian moto gp gratisan dalam bis tersebut. Asem….

Okelah, sekian postingan kali ini. Mohon maaf kalo nggak bahas motor :b Semoga bermanfaat~

7 pemikiran pada “Longsor Padalarang

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s