Review Transportasi Jakarta-Bandung PP| Part 1: Sepeda Motor

ready to take off...

1. ready to take off…

Pemirsa, setelah berkali-kali pp Bandung-Jakarta/Bogor/Depok akhirnya ane memberanikan diri menulis post ini. Sekedar untuk berbagi informasi khususnya untuk mahluk-mahluk yang doyan sering pp Bandung – Jakarta. Sebenernya trayek ane sendiri adalah Bandung – Bogor. Namun kadang trayek ane bisa berubah sejenak ke Depok atau bahkan Jakarta karena satu dan lain hal :b  (maklum anak muda, sukanya kelayapan) Okelah, untuk post kali ini ane akan bahas tentang perjalanan Bandung-Jakarta/Bogor/Depok dengan naik motor. Untuk post berikutnya ane akan bahas tentang trasnportasi lainnya.

Baca juga : Pertama kali ane Bandung-Bogor PP dengan Jupiter MX

Perjalanan Bandung-Jakarta/Bogor/Depok untuk pemula mungkin akan terasa melelahkan bin membosankan, apalagi jika dilakukan saat siang hari + weekend + sendirian. Saat siang hari, ente akan sangat terganggu dengan panas dan debu di sekitar padalarang. Saat weekend, ente mesti bersabar mengahadapi kemacetan di puncak. Dan kalo sendirian, perjalanan akan terasa lebih membosankan. Maka dari itu ane menyarankan perjalanan sebaiknya dilakukan saat hari kerja, dini hari, dan kalo bisa berboncengan / rame-rame. Selain bisa memangkas waktu, perjalanan pun akan terasa lebih menyenangkan.

Pengen touring rame-rame alias berjamaah? Baca yuk: 21 Tips touring berjamaah

kalo suka touring malem, baca juga: TIPS TOURING DI MALAM HARI

Selanjutnya, ane akan bahas perjalanannya dengan format per etape, cekidot pemirsa…

Etape 1 : Jakarta – Bogor

Pengalihan arus di persimpangan Baranangsiang, Bogor

2. Pengalihan arus di persimpangan Baranangsiang, Bogor

Etape awal ini mungkin udah banyak yang tau medannya kaya gimana. Pilihan jalurnya pun banyak, bisa via PasarMinggu-Margonda atau via Jalan Raya Bogor atau via Jalan Raya Parung. Jalur-jalur lain mungkin ada tapi nggak ane bahas, termasuk jalur jonggol yang pernah sekali ane lewatin tapi sayang bukan pake motor melainken pake mobil :b Oiya, di bogor ente akan disambut dengan beberapa pengalihan arus yang memaksa pengendara yang hendak lurus di persimpangan untuk berputar terlebih dahulu. Seinget ane pengalihan arus ini ada di persimpangan sentul, persimpangan baranang siang, dan persimpangan pasar ciawi. Tapi saat dinihari terkadang ada “celah” yang kerap dimanfaatkan pengendara roda dua untuk bisa lurus langsung tanpa harus berputar terlebih dahulu :b

Etape 2: Bogor – Cianjur

tikungan hairpin di dekat masjid at-taawun puncak.

3. Tikungan hairpin di dekat masjid At-taawun, Puncak.

Etape 2 didominasi trek berkelok bin naik-turun. Ada 2 jalur utama di etape 2 ini yaitu via puncak dan via sukabumi, yang lebih recomended? via puncak bero. Separah-parahnya macet di puncak saat weekend, waktu dan bensin yang terbuang nggak sebanyak kalo ente lewat sukabumi saat weekend juga… Oiya, di etape kedua ini ente harus siap menghadapi suhu yang cukup ekstrim kalo lewat pas dinihari. Tips biar nggak kedinginan: pake jaket tebel + sarung tangan + kaos kaki dsb, atau kalo masih kedinginan juga ente bisa menghangatkan diri dengan riding di belakang bis karunia bakti, doa ibu, mira, dan sekutu-sekutunya :b

Etape 3: Cianjur-Bandung

jembatan rajamandala, jaman dulu kalo lewat jembatan ini mesti bayar kaya di suramadu.

4. Jembatan rajamandala, jaman dulu kalo lewat jembatan ini mesti bayar seperti di jembatan suramadu.

Etape dengan jarak tempuh +-65 km ini didominasi oleh trek lurus sepanjang daerah cianjur-rajamandala, saat dinihari ente bisa memacu motor ente dengan kecepatan tinggi disini terutama saat mendekati jembatan rajamandala. Tapi awas, bukan cuma motor-motor aja yang melaju kencang disini, mobil bahkan bis juga kerap melaju kencang. Ane pernah riding 110 km/jam dan dilibas dengan mudahnya oleh fortuner :v Trek lurus baru berakhir ketika memasuki daerah padalarang, disini tikungannya asyik-asyik pemirsa. Tapi hati-hati dengan pasir yang berterbaran, bisa bikin ndolosor. Oiya ane nggak menyarankan ente lewat sini di siang hari. Karena banyak truk-truk bermuatan yang melaju lambat dan bisa menimbulkan antrian kendaraan hingga beratus-ratus meter.

Sebagai tambahan, meski rambu petunjuk arah sepanjang jalur Jakarta/Depok/Bogor – Bandung atau sebaliknya sudah cukup jelas, untuk yang baru pertama kali melaksanakan ibadah perjalanan ini nggak ada salahnya juga untuk menggunakan GPS (Global Positioning System) dan GPS manual (Gunakan Penduduk Setempat) guna meminimalisasi resiko nyasar. Okelah pemirsa, sekian dulu post kali ini, semoga bermanfaat~

Info Tambahan

Konsumsi BBM Jakarta-Bandung, ane lebihin biar masih ada sisa saat sampai tujuan🙂

Jupiter MX: +-4,5 liter (Bebek lain bisa lebih irit kecuali mungkin satria fu)

New Megapro karbu: +-5 liter (Motor batangan 150 cc lain konsumsinya mirip-mirip lah)

Waktu Tempuh Jakarta-Bandung

Siang Hari:  4-6 Jam tergantung kecepatan

Malam Hari: 3,5-5 jam tergantung kecepatan

Kejebak macet weekend: tergantung amal perbuatan

 

 

images sources: 1 (private documentation), 2,3,4 (google streetview)

13 pemikiran pada “Review Transportasi Jakarta-Bandung PP| Part 1: Sepeda Motor

  1. Kalo jalan di atas jm 10 malem selepas puncak ke arah cianjur / bandung relatif aman gak sih ?

    Boncengan naek matic nih rencananya

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s