Full Review: KYT Vendetta 2

Pemirsa yang cantik istrinya dimanapun anda berada, kali ini ane akan membahas tentang helm nih. Yep, setelah menempuh beberapa ribu km bersama KYT Vendetta 2, akhirnya ane berinisiatif untuk menuangkannya dalam bentuk review. Dan kali ini pun bukan ane sendiri yang akan menjadi narasumbernya. Melainken ditambah juga oleh seorang narasumber yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang doyan mantengin blog ini. Siapa lagi kalo bukan Alehandro de la vega :v

motornya ngambek, lagi dirayu pake janji v-power fulltank

pose nyembah motor, sesatnya puooll, jangan ditiru

Alehandro yang berdomisili di jawa timur ini kebetulan juga memiliki helm yang sama dengan ane. Cuma beda motif aja. Selebihnya seperti material penyusun helm dan fiturnya sama kok. Buat yang mau tau fitur Helm KYT Vendetta 2 klik aja disini

Menurut Alehandro, helm ini tergolong nyaman dipakai. Ane pun mengamini hal ini. Busanya lembut di pipi + bisa diatur tekanannya serta bobotnya pun nggak terlalu berat (kisaran 1,5 kg. waktu itu nyoba ditimbang pake timbangan pak dokter :v). Ettt… bentar, 1,5 nggak tergolong berat? Yaa bagi yang terbiasa pake helm half face untuk kesehariannya mungkin tergolong berat. Namun bagi yang sudah terbiasa make helm fullface apalagi helm modular kemungkinan besar nggak akan bilang helm ini berat kok. Yaa dibandingkan dengan KYT RRX ane yang bobotnya pas ditimbang tembus 1,7 kg, KYT Vendetta 2 ini (imho) enteng dan nggak bikin pegel.

helm ini berjasa mengamankan kepala ane sejauh ratusan kilometer beberapa waktu silam

helm ini berjasa mengamankan kepala ane sejauh ratusan kilometer beberapa waktu silam

Sebenernya helm fullface yang bobotnya lebih ringan pun bisa lebih bikin pegel dibanding KYT Vendetta 2 ini. Sebagai contoh, ane sehari-hari lebih sering pake NHK Terminator (yang udah buluk sehingga aman di parkiran kampus). NHK Terminator ini secara bobot lebih ringan dibanding KYT Vendetta 2, tapi saat dipakai jarak jauh nggak senyaman Vendetta 2, kaya ada pegel-pegelnya gitu. Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh busa bagian dalam Vendetta 2 lebih “ngegrip” alias lebih melekat ke seluruh bagian kepala namun tetap nyaman. Sedangkan pada NHK Terminator terasa adanya tekanan yang cenderung terkonsentrasi pada bagian atas kepala dan bagian pipi depan. Hal ini mengakibatkan peredaran darah kurang lancar dan mungkin jadi penyebab rasa kaya “ada pegel-pegelnya gitu” tadi muncul. Kasus ini malah lebih parah lagi di KYT RRX yang jelas bobotnya lebih berat, tekanan terkonsentrasi  ada di bagian pelipis alias jidat hingga tak jarang membentuk bekas di kulit berupa garis merah.

penampakan ane dengan KYT RRX

penampakan ane dengan KYT RRX. aduh badanku kurus sekali :”)

Sementara itu untuk keamanan dan kenyamanan KYT Vendetta 2 di kecepatan tinggi, ane dan Alehandro mengacungi dua jempol. Sebab kalo tiga jempol bisa timbul tanda tanya darimana datangnya jempol ketiga. Di kecepatan tinggi helm ini tergolong senyap bin stabil, nggak berisik dan nggak goyang-goyang. Sistem pengunci double-d ring nya pun bikin hati lebih tenang (asal diikat dengan baik dan benar, nggak asal). Kemudian juga ada air-pump sytem dan double visor. Oiya helm ini juga punya pengunci kaca yang terletak di sebelah kiri kaca. Terus soal visibilitas gimana? Kalo ane bilang visibilitasnya cukup baik lah. Enak dipakai dan tetap jelas dalam berbagai kondisi. Siang, malam, terik, maupun hujan. Eh, pas hujan gejala ngembun tetep ada pemirsa. Maklum, ini helm belum dilengkapi dengan pinlock.

Daritadi kayanya kelebihannya aja nih yang banyak di bahas, kekurangannya nggak. Sabar pemirsa, ini ane mau bahas. Kekurangan Vendetta 2 adalah pada ukurannya. Dari luar seolah dimensi helm ini tampak besar, padahal interiornya nggak sebanding dengan dimensi luarnya. Ketebelan cangkang mungkin. Alehandro yang mempunyai kepala berukuran besar saja masih komplain kesempitan meski helmnya berukuran XL. Sementara itu ane yang sebelumnya memakai ukuran L di KYT RRX (agak longgar) malah pas dengan ukuran L Vendetta 2. Padahal sama-sama KYT :b Tips aja nih buat yang hendak membeli KYT Vendetta 2, sebaiknya dicoba-coba dulu deh, jangan hanya berpatokan pada ukuran helm yang biasa dipakai.

 

lagi masuk ke givi e20

lagi masuk ke givi e20

Kekurangan berikutnya adalah… yaa masih seputar ukurannya sih. Helm ini cukup memakan tempat ketika mesti ditaruh di dalam box. Seperti yang pemirsa lihat pada gambar diatas. Lapak yang dihabiskan cukup banyak bukan? Padahal box tersebut berkapasitas 39 liter dan dulu bisa ane muat NHK Terminator (fullface) + NHK Gladiator (half face). Kalo Vendetta 2 masuk ke dalam box ane mesti merelakan helm lainnya menggantung bebas di luar.

Okelah, sekian review KYT Vendetta 2. Semoga bisa menjadi bahan referensi bagi pemirsa yang tertarik meminangnya. Sampai jumpa di lain kesempatan!

 

updated 1/9/2015

Harga KYT Vendetta 2 solid alias polos tanpa motif : kisaran 650-800

Harga KYT Vendetta 2 motif: Kisaran 700-850

Harga KYT Vendetta 2 Replika Iannone / Xavier Simeon: 750-900.

*harga agak naek akhir-akhir ini, entah karena apa. padahal kan helm lokal bukan impor, harusnya nggak terpengaruh efek melemahnya rupiah terhadap dollar -_-

 

5 pemikiran pada “Full Review: KYT Vendetta 2

  1. Meskipun produk lokal, tapi bahan baku pembuatan helm, yaitu plastik, masih banyakan diimpor. Jadi wajar harga naik saat USD lg tinggi nilai tukarnya terhadap Rupiah.

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s