TestRide! Kawasaki Z250 SL

Pemirsa yang tampan dan berwibawa dimanapun anda berada. Silaturahmi kerap mendatangkan berkah tersendiri, seperti yang ane alami beberapa waktu silam. Awalnya cuma iseng nongkrong malam mingguan, eh ndilalah ketemu rekan (yang baru kenal pada saat itu juga :v) yang membawa Kaoskaki eh Kawasaki Z250 SL. Yowis, ane pun nggak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi gimana sih rasanya naik Z250 SL. Z250 SL yang ane coba kali ini kilometernya masih 131 km lho, weleh… masih kinyis-kinyis rupanya, masih dalam masa break in alias inreyen. Yowis rapopo, alon-alon dulu deh, nggak enak sama yang punya :b Oiya, si empunya sendiri adalah seorang (calon) dokter yang sedang mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi ternama yang berada di kota apel.

Yang punya beserta tunggangannya

Yang punya beserta tunggangannya

Kesan pertama…

Desain Z250 SL ane akui keren tapi dimensi secara keseluruhannya termasuk kecil, nggak keliatan kalo ini motor kubikasinya 250cc. Sementara itu build quality-nya terbilang bagus, ane nggak menemui bagian maupun detail tertentu dari motor ini yang “pating pecotot”. Kalo dibandingkan dengan saudaranya yang twin parallel yaa sama lah build quality-nya, wong satu pabrikan kok :b Oiya, satu yang ane kurang sreg dari desain Z250 SL ini adalah pipa gas buang alias knalpotnya yang kepanjangan–

baca juga: Testride! Ninja 250 Fi SE – Assist Slipper Clutch edition

ane diatas Z250 SL, sekilas nggak ada bedanya sama yang punya karena jaketnya mirip :b

ane diatas Z250 SL, sekilas nggak ada bedanya sama yang punya karena jaketnya mirip :b

Saat ditunggangi…

Wesss… Enteng tenan… Ane yang biasa naik NMP dengan bobot 136 kg (belum termasuk bensin, tankbag, box, dan berat dosa yang ane perbuat) nyaris nggak perlu adaptasi saat nunggangin Z250 SL yang berbobot 149 kg ini. Posisi duduknya pun bersahabat, agak nunduk sedikit tapi masih tergolong rileks, nggak sampe mengintimidasi penunggangnya untuk nunduk ala pembalap motojipi :b Buat manuver pun ane akui kelincahannya luar binasa, Z250 SL, bila ada yang bilang Z250 SL adalah motor 250 cc namun selincah motor 150 cc, maka itu benar adanya. Stangnya enak buat meliuk-liuk di keramaian, dan saat mencoba memutar balik, ealah… ane cukup terkedjut karena si Z250 SL ini nggak membutuhkan area yang luas untuk berputar alias radius putarnya cukup kecil, ini tentu jadi nilai lebih dibanding motor 250 cc berfairing yang radius putarnya mukegile.

baca juga: Testride! CBR 250 Fi Anti-lock Brake System (ABS) edition

cockpit view Z250 SL

cockpit view Z250 SL

Bicara soal spesifikasi mesin dan fitur…

Dipersenjatai mesin 250 cc satu silinder dengan output power maksimum 28 PS (27, sekian HP) dan torsi maksimum 22,6 Nm, Z250 SL mampu memberikan akselerasi yang yahud dan topspeed di kisaran 160-an km/jam. Tapi ane nggak nyoba sampe kaya gitu pemirsa :b ane pelan-pelan, nggak sampe 60 km/jam malah bawanya. Sementara itu fiturnya tergolong standar untuk kategori motor sport. Ada tombol engine cut dan pass beam (hayo motor pabrikan sebelah ada nggak :b peace –v ane juga pake honda kok) Panel speedometer-nya full digital namun ukurannya kecil (kalo NMP kan gede, ada kondenya pula :’v) karena ukurannya kecil jadi saat menungganginya pun ane jadi kurang memperhatikan speedometernya, konon hal ini juga dialami oleh si empunya motor :b Kemudian ane juga sempet memperhatikan sorot lampu dan klaksonnya, sorot lampunya yaa terang pemirsa, cukup mumpuni (dan lebih terang dari NMP tentunya :b), sayangnya untuk urusan klakson menurut ane klakson si Z250 SL ini bunyinya tak sesangar body-nya.

20150905_214856

Okelah, sekarang kite bicara soal poin postifnya…

+Desain keren (relatif sih penilaian masing-masing orang berbeda-beda). Kalo ane pribadi kasih nilai 8 dari 10.

+Bobot ringan (ini juga relatif, kalo yang biasa naik scoopy pink dengan plat nomer b 6XXX pXX pasti bilang berat :b).

+Handling luarbinasa, lincah pokoknya.

+Build quality rapi, jangan dibandingkan dengan… ah sudahlah.

+Spek mesin mumpuni, berdasarkan pengalaman Alehandro saat nyoba nguber RR Mono yang berbasis mesin sama, akselerasinya luarbinasa.

+Dimensi keseluruhan kecil, memudahkan selap-selip di keramaian kota.

+Lampu terang.

+Rem cukup pakem (ane coba di kecepatan rendah sih, tapi ane rasa pakem lah)

 

Sementara itu poin negatifnya…

-Knalpot kepanjangan, kalo diganti knalpot racing nanti jadi bahan bapak pulisi buat nilang -_-

-Aura “motor 250cc”-nya kurang keluar, biasanya ketika mendengar motor 250cc orang awam pasti akan lebih terbayang ke sosok motor berdimensi besar.

-Klakson kurang gahar

-Ada getaran cinta yang kerasa di rentang 3000-5000 rpm, nggak ngeganggu sih tapi cukup menyita perhatian.

-Plat nomer di headlamp, kalo bisa dipindah kebawah pasti lebih bagus.

 

Okelah, sampai di sini dulu pemirsa. Doakan ane supaya bisa test ride motor 250 cc lainnya :b Sekian, semoga menambah wawasan dunia permotoran dan semoga bermanfaat!

*note: Pating Pecotot adalah bahasa jawa ngapak yang artinya = kurang rapi, berantakan, dsb.

12 pemikiran pada “TestRide! Kawasaki Z250 SL

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s