Mini Trip to Pelabuhan Ratu

Hampir genap satu tahun ane menunggangi montor ini…

2012-04-13 11.23.16

Dan selama itu pula ini montor belum pernah mencicipi ganasnya trek luar kota. Meskipun banyak plan ini itu, mau touring kesini mau touring kesitu. Tapi semua masih sebatas wacana dan belum terealisasi. Kalo sekedar bolak-balik ke Puncak mah sudah terlalu mainstream, kurang nampol lah. Bandingkan dengan yang biasa touring antar kota antar provinsi #kayabusaje Jarak ratusan km mungkin sudah jadi santapan rutin.

Maka dari itu. Ketika waktu senggang tiba, aye merencanakan suatu perjalanan yang insyaallah lumayan nampol. Kemanakah gerangan??? Tau nggak??? Baca aje judulnye :b

pelratu

Menurut buku tatang sutarman google earth, ane harus menempuh jarak +- 98km sekali jalan. Berarti bolak-balik nyaris 200km, dan kalo ditambah nyasar-nyasar dikit yaa 200km lebih lah :b

Beberapa hari menjelang take off ane rutin nyari info tentang jalur yang akan dilalui. Dari beberapa sumber terpercaya, konon kabarnya jalur Cikidang paling maknjoes untuk dilibas. Selesai mencari info tentang jalur yang akan dilalui ane lanjut prepare yang lain-lain seperti riding gear, perbekalan, dan yang paling penting: fulus alias money alias duwid.

Okelah, hari H pun tiba. Rencana awal berangkat jam setengah 6 pagi ternyata molor menjadi jam setengah 9 pagi, sebabnya tak lain tak bukan adalah karena ane molor… Lanjut~  Setelah cek ini itu dan membaca basmalah, ane atau lebih tepatnya kami berangkat pukul 08:32 dari titik start yang dirahasiaken (pokoknya di daerah bogor utara lah). Perjalanan dimulai dengan melintasi Jl Raya Pajajaran. Lurus terus sampe di perempatan pasar ciawi lalu belok kanan (inget. puter kiri dulu, nggak boleh langsung belok kanan). Pas belok tiba-tiba beberapa rider di depan ane terlihat agak panik. Rupanya ada razia dadaken yang digelar oleh Bapak-bapak Pulisi. Yo wis, santai wae. Ternyata ane nggak di stop gan. Okecoy, jalan terus~

Selanjutnya saat memasuki Jl Raya Sukabumi perjalanan mulai menunjukan adanya peningkatan frekwensi kehadiran bus dan truk besar (segede optimus prime). Otomatis harus lebih konsentrasi dan nggak boleh nyalip seenak udel kaya di jalanan ibukota. Setelah 30 menit menyusuri Jl Raya Sukabumi kami memutusken untuk isi bensin dulu. Maklum, di jalur Cikidang yang akan dilewati nanti nggak ada SPBU. Dan ba’da dicekokin premium 20rebu, indikator bensin NMP pun naik dari 5 bar menjadi full. Alhamdulillah, insyaallah aman deh kalo indikator bensinnya full. Maklum, ane udah 5 kali kehabisan bensin pake NMP :b

Perjalanan dilanjutken dengan mengikuti jalur persis seperti yang tertera di google earth. Situasi lalu lintas sepanjang jalur yang dialui relatif lancar jaya. Meskipun sempat terkena macet di beberapa titik seperti di Cibadak. Penyebabnya? Biasa, pasar coy~ Nggak jauh dari Cibadak, ada rambu yang menyataken bahwa kalo mau ke pelabuhan ratu mesti belok kanan. Yo wis, ane belok. Tapi kok rasanya ada yang janggal, hm…aaa…. okelah, biar gampang buka gps via hp aja. Kebetulan ane megang Galmin (bukan garmin, ini galaxy mini coy) dan yang dibonceng megang Gayung (galaxy young) yang ada gpsnya. Setelah dicek ternyata memang salah belok coy! Menurut gps kalo mau lewat jalur Cikidang harusnya kita belok +- 4 km sebelumnya… Tanpa banyak cingcau kami pun langsung balik arah dan belok di jalan yang tertera di gps. Sebenernya sih bisa lewat jalan yang mana aja asalkan ada papan penunjuk arah ke Pelabuhan Ratu. Cuma ane nggak mau ngambil resiko nyasar (meskipun kenyataannya nyasar dikit).

Lanjut memasuki jalur Cikidang. Ternyata, disinilah perjalanan yang sebenarnya dimulai… Jalur Cikidang benar-benar diluar dugaan ane.. Keren coy! Awalnya kita disambut rentetan tikungan yang banyaknya naujubile. Lalu perlahan jalurnya mulai naik turun dan frekwensi kendaraan yang melintas jadi semakin sedikit. Dan tak lama kemudian mata kita disumbat eh disambut oleh pemandangan kanan kiri jalan yang masih sangat alami, nyaris nggak ada tanda-tanda peradaban. Ditambah lagi kebetulan waktu itu banyak kupu-kupu yang berterbangan di sekitar jalan. Keren deh coy. Tapi jangan terlena terlalu lama dengan pemandangan indah disitu. Karena beberapa kilometer selanjutnya treknya akan jauh lebih menantang. Siapkan keempat jari tangan kanan ente untuk standby di rem, niscaya ngerem pake 1 atau 2 jari nggak cukup buat ngelibas jalur ini. (ane udah buktikan sendiri).

Menit demi menit berlalu. Lama-lama ane mulai bosen dan timbul pertanyaan: kok nggak nyampe-nyampe??? Ane liat di tripmeter NMP menunjukan angka 90km, hm… masih 10-15km lagi. Semangka!~ Semangat kaka…

Nikung kanan, nikung kiri. Nanjak, nurun. Wesss… Seolah nggak ada habisnya itu jalan. Sampai tiba-tiba selepas sebuah tikungan dan agak menurun, ane dikejutkan oleh pemandangan dengan latar belakang kebiruan nun jauh disana. Laut coy!!! Alhamdulillah sampe juga~ Ane liat jam di NMP menunjukan pukul 12:35

Jalanan yang tadinya sepi dan minim peradaban disekitarnya kini mulai rame dan tanda-tanda peradaban di kanan-kiri jalan pun muncul kembali. Rupa-rupanya kita sudah memasuki wilayah Kota Pelabuhan Ratu, hmm… Tapi omong-omong mana area wisata pantainya ye? — kok yang ada cuma tempat pelelangan ikan? Ah, pasti nanti ada. Tapi sebelumnya cari spot dulu buat istirahat sejenak ah. Sekalian poto-poto dikit :b

2013-01-30 12.32.30

Okelah, sampe disini dulu… Bersambung ke part 2. Salam buat ibu, jangan sampe ketahuan bapak. Semoga bermanfaat~

32 pemikiran pada “Mini Trip to Pelabuhan Ratu

  1. Wah, Old JMX ane tiap hari bolak-balik rumah kampus skitar 49km ( maklum luar kota ) & rata” ditempuh dlam wktu 30 menit… mlah pernah sempet 25menit…

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s