TestRide : Beat Pop ESP

Pemirsa yang doyan matic maupun yang nggak doyan matic dimanapun anda berada. Sebenarnya Beat Poop eh Pop ini bukan motor yang baru-baru amat. Brojol sebagai pendamping Beat beberapa waktu silam, motor yang bernama lengkap Honda Beat Pop ESP ini sudah banyak ditemui di jalan. Sepertinya motor ini enak makanya banyak yang beli. Nah, apakah bener motor ini enak?… Kita buktiken sadja.

BeAT poop eh pop

BeAT poop eh pop

Beat Pop yang ane test merupakan milik kakak dari rekan ane yang juga sudah cukup sering nongol di blog ini. Motor ini masih kinyis-kinyis tapi udah boleh dibawa ngebut. Sayangnya di sekitar TKP waktu itu nggak memungkinkan untuk ngebut hingga topspeed. Tapi nggak papa lah, setelah membawa motor ini muter-muter keliling komplek ane merasakan bahwa memang motor ini enak. Dalam artian enak karena mudah dikendarai, buat manuver enak, ngerem pun enak, dan posisi duduk pas meski jarak dengkul dengan dek sudah cukup dekat.

20151011_102919

warnanja onjoe

Yang ane suka dari motor ini adalah ACG starter dan tentu sadja ISS alias Idling Stop System-nya. ACG starter bikin motor nggak bersuara pas di starter, nyaris nggak berasa. Tau-tau knalpot udah bersuara pertanda mesin udah nyala. Andaikata ente naik motor ini dan pake headset, niscaya bakal susah bedain ini motor mesinnya lagi nyala atau lagi mati. Sementara itu ISS-nya sendiri ane suka karena ngebantu banget ketika lagi macet-macetan. Jadi nggak buang bahan bakar dengan sia-sia.

cockpit view Beat Poop eh Pop. Di bagian panel speedometer ada huruf A, yang bakal kedip-kedip kalo ISS lagi nyala

cockpit view Beat Pop. Di pojok bawah panel speedometer ada huruf A, yang bakal kedip-kedip kalo kondisi berhenti dan ISS sedang menyala

ISS bikin motor ini otomatis mati pas berhenti selama 3 detik, buat nyalainnya lagi nggak perlu di starter, cukup tarik gas dan motor ngacir kembali. Oiya, ISS ini nggak bakal bekerja kalo motor belum berjalan… Rasanya lucu juga kalo ISS ini nyala pas lagi manasin mesin. Baru ditinggal 3 detik mesinnya udah mati lagi :b

Okelah, terus gimana dengan performanya? Kebetulan ane menemukan TKP yang cocok. Jalan sepi di pinggiran komplek, dengan panjang jalur aman sekitar 150 m, yang kepake buat ngetest paling hanya 100-120 m. Sisanya buat ngerem. Disini ane berhasil membukukan speed 70 km/jam.

mumpung sepi, hadjar bleh...

mumpung sepi, hadjar bleh…

Saat dipaksa gaspol motor ini cukup responsif, rasanya lebih galak dibanding Scoopy karbu, getarannya pun lebih halus dibanding Scoopy karbu. Namun diatas 60 km/jam akselerasi Beat Pop mulai lemah, berbanding terbalik dengan Skywave yang baru mulai enak di rentang 60-70 km/jam.

Mohon maaf ane ngebandinginnya cuma dengan kedua motor diatas, soalnya untuk urusan matic sebelumnya ane hanya paham karakter Skywave dan Scoopy :b Lanjut bahas kenyamannya. Ane rasa motor ini cukup nyaman meski nggak senyaman Skywave. Suspensi Beat Pop cukup lah, tapi ada satu catatan: ground clearance-nya langsung turun pas dipake boncengan dan bikin gasruk. Tau sendiri kan polisi tidur di komplek kadang ketinggiannya nggak kira-kira –

Terus soal kelincahan. Okelah kalo dibandingin Skywave jelas si Beat Pop ini jelas jauh lebih lincah. Namun dibanding Scoopy ane rasa Beat Pop malah kalah lincah. Mungkin karena desain tebeng depan Scoopy yang rata bak papan penggilasan bikin yang mengendarainya pede selap-selip di kemacetan. Nggak takut tebeng depan nyosor motor lain :b

tuas pengunci rem alias rem tangan alias parking brake lock, sudah lebih enak untuk dioperasikan

tuas pengunci rem alias rem tangan alias parking brake lock, sudah lebih enak untuk dioperasikan

Satu lagi, pengoperasian rem tangan di Beat Pop ini enak. Lebih enak ketimbang Scoopy karbu yang masih menganut model lawas. Model lawas menggunakan semacam plat besi yang ditekuk-tekuk gitu untuk rem tangannya. Sedangkan di Beat Pop menganut model baru yang menggunakan semacam batang besi (bukan plat) yang nggak memiliki sudut tajam, jadi lebih enak dioperasikan. Kalo model yang lawas kadang bikin sedikit ngeri kena bagian ujug plat besi yang tajem, terutama untuk kaum hawa.

Secara keseluruhan, ane suka dengan Beat Pop. Motor ini bener-bener recomended untuk digunakan sebagai motor harian. Body kecil bin ringan, mesin halus bin minim getaran, dan fiturnya banyak. Namun bagaimanapun motor ini tetap memiliki kekurangan, seperti dek depan kurang lega, ground clearance kurang tinggi, dan tarikan atasnya yang nggak memuaskan buat speedfreaks.

Okelah pemirsa, sekian post kali ini. Semoga bermanfaat~

4 pemikiran pada “TestRide : Beat Pop ESP

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s