Full Review of Michelin Pilot Street

Pemirsa dimanapun anda berada, baik di alam nyata maupun alam goib, semoga anda semua selalu diberkahi rahmat dan rizki dari Nya.

Sudah sejak +- 1,5 tahun yang lalu ane menggunakan ban mps a.k.a michelin pilot street dan sudah mengalami satu kali ganti ban untuk ban belakang. Meskipun sempat kepikiran untuk mengganti ban lain yang harganya lebih terjangkau buat anak muda namun ujung-ujungnya ane beli mps lagi :v

IMG_20140822_083729a

Alasannya yaa karena performa mps ini terbilang mumpuni, buat mereng-mereng OK, buat hard braking menghindari ibu-ibu yang nyelonong juga OK. Gripnya pun nggak menurun jauh saat trek basah baik hujan gerimis, sedang, maupun hujan lebat. Di musim hujan nggak perlu mengeluarkan effort berlebih untuk adaptasi dari trek kering ke trek basah maupun sebaliknya. Nggak ada gejala geal-geol baik saat low speed maupun high speed. Mps pun tergolong ban yang jarang botjor –mungkin ane aja yang jarang apes-. Selain itu usia pakainya juga lumayan panjang. Untuk ban belakang ane baru ganti setelah 11 bulan atau +-15.000 km, dan untuk ban depan bisa lebih dari itu. -usia ban sih balik lagi ke seberapa udah nggak nyamannya ente sama ban motor yang dipake-

IMG_20141125_220854a

Ane pake ban belakang 100/80 dan ban depan 90/80 untuk nmp. Kecil? Yap. Bahkan bila dibandingkan dengan senyumanmu dengan ban bawaan MX-King pun ban nmp ane akan terlihat kecil :v tapi biarlah. dompet nggak kuat buat ngebiayain ganti ban dengan ukuran lebih gede Toh dengan ukuran segitu pun masih ni’mat buat mereng-mereng, buat ngehajar trek lurus macam jembatan rajamandala pun tetap yahoy. Dan ternyata mps menjadi ratjoen juga bagi beberapa rekan ane, tercatat tiger milik rekan ane di postingan ini kini memakai mps 100/80-17 depan dan 130/70 belakang -mantab tenan, sekali ganti depan belakang abis 1juta :b-, cbr 250 milik alehandro juga kini memakai mps radial 110/70-17 depan -ajegile, 800ribu buat ban depan aja-.

Selama menggunakan mps, tercatat hanya satu kali ane mengalami kejadian yang bikin dagdigdug. Pada malam hari di sebuah tikungan yang memiliki karakter tikungan cepat di awal namun mendadak berubah menjadi tajam di akhir. Di tikungan inilah saat siang hari sebelumnya ane melihat seorang bapak ndolosor dari montornya. Ane memasuki tikungan dengan kecepatan 70-80 km/jam, karena mengetahui karakter tikungan yang memilki curve yang lebih tajam di akhir, ane pun menurunkan kecepatan dengan engine brake dan menambah sudut kemiringan motor. Namun tiba-tiba ban belakang seperti kehilangan grip untuk sepersekian detik. Beruntung ane selamat dan nggak ndolosor kaya bapak-bapak siang tadi.

Mungkin ane bisa bilang kelemahan mps ini cuma 2, yaitu harganya yang kurang murah dan kemampuan di trek off road yang kurang yahud. Oke untuk harga kalo dibanding ban impor lain macam battlax, diablo, dkk memang mps tergolong murah. Tapi andaikata harganya lebih murah dikiiiittt -turunin 20% lah- pasti akan lebih terjangkau buat rakyat macam ane :v Sedangkan kelemahan mps di trek off road bisa dimaafkan karena memang mps bukan diperuntukan untuk medan off road, lagipula ane nggak sering-sering amat lewat jalan off road. -padahal akses ke parkiran kampus jalannya offroad noh, curhat-

Okelah, sekian dulu review dari ane. Semoga bermanfaat~

 

2 pemikiran pada “Full Review of Michelin Pilot Street

  1. Bro, mau tanya.. Bro pke Michelin Pilot Street kan utk ban belakang. Nah, skr bannya alurnya msh mulus g? (G gelombang).
    Cs ban mtr ane dgn merk n tipe yg sama utk ban belakang, ane liat g rata alurnya (agak gelombang) tp msh tebel. Ane ud pke ban ini sktr 10 bulan.

Silahkan berkomentarrrr~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s